Warta Nusantara | LABUHANBATU SELATAN,– Apresiasi datang dari aktivis hukum. DPC Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia PERMAHI Labuhanbatu Raya angkat topi untuk kinerja Kasat Narkoba Polres Labusel AKP Sahat M. Lumban Gaol, S.H., M.H.
Pujian itu disampaikan Kamis (11/6/2026), Tepat setelah Operasi Antik 2026 rampung. Hasilnya: 30 kasus narkotika terungkap, 36 tersangka diamankan.
*“Kerja Profesional, Tanpa Kenal Lelah”*
Ketua DPC PERMAHI Labuhanbatu Raya Jepril Harefa tidak main-main menilai.
“Kami dari DPC PERMAHI Labuhanbatu Raya mengapresiasi setinggi-tingginya kinerja AKP Sahat M. Lumban Gaol beserta seluruh jajaran Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan yang telah bekerja secara profesional, konsisten, dan tanpa kenal lelah dalam memberantas peredaran narkotika,” tegas Jepril.
Bagi PERMAHI, ini bukan angka biasa. 30 kasus dibongkar artinya jaringan pengedar diputus satu per satu.
*Sabu 189,50 Gram Disita, Bandar Tak Punya Ruang*
Barang bukti yang diamankan: sabu seberat 189,50 gram. Angka besar untuk ukuran Labusel.
Menurut Jepril, ini bukti nyata Polres Labusel tidak kasih napas ke bandar maupun pengedar.
“Penyitaan barang bukti sabu 189,50 gram dan penangkapan para pelaku jadi bukti nyata Polres Labuhanbatu Selatan tidak memberikan ruang bagi para bandar maupun pengedar narkoba berkembang di wilayah hukumnya,” ujar Jepril.
*Narkoba = Kejahatan Luar Biasa*
Sebagai aktivis hukum, Jepril ingatkan bahaya laten narkoba. Dampaknya tidak hanya ke individu pemakai. Tapi ke masa depan bangsa.
“Peredaran narkotika kejahatan luar biasa. Dampaknya merusak individu, mengancam masa depan bangsa. Keberhasilan aparat harus didukung semua elemen masyarakat,” tegasnya.
*Ajakan: Warga Jangan Diam*
PERMAHI juga titip pesan ke masyarakat Labusel: jangan jadi penonton. Laporkan jika lihat transaksi mencurigakan di lingkungan.
“Kami berharap keberhasilan ini terus ditingkatkan. Bongkar jaringan lebih luas, hukum tegas ke pelaku. Sinergi warga dan polisi kunci Labusel bersih dari narkoba,” tutup Jepril.
Apresiasi sudah. Tantangan berikutnya: jaga konsistensi. Labusel tidak boleh jadi surga bandar.
Penulis: Arif












