Warta Nusantara | Medan — Kritik Ricky Anthony Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai NasDem, terhadap sikap walk out Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendapat sorotan tajam dari Ketua Umum DPP GPBN Indonesia, M. Daffasya Sinik SH.
Daffa menilai kritik terhadap kepala daerah merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan fungsi pengawasan legislatif. Namun, menurutnya, seorang wakil rakyat harus tetap menjaga etika dalam menyampaikan kritik, terlebih ketika menggunakan kata-kata tak pantas yang dapat menyudutkan kepala daerah.
“Saya rasa tidak pantas seorang wakil rakyat menyudutkan seseorang dengan kalimat arogan,” tegas daffa dalam keterangan Pers nya, Kamis (30 Juni 2026).
Ia mengatakan, perbedaan pandangan antara DPRD dan pemerintah daerah merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menyerang secara personal.
“Kita sama-sama melihat, era Gubernur Sumut Bapak Bobby Nasution fokus dan berpihak kepada masyarakat Sumut. Mulai dari pemerataan, peningkatan kualitas, peningkatan infrastruktur, dan berbagai upaya pembangunan lainnya,” ujarnya dengan nada kecewa.
Menurut Daffasya , kritik yang disampaikan anggota legislatif seharusnya tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat. Terlebih Ricky Anthony merupakan bagian dari lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Harusnya seorang Ricky Anthony yang berlaku sebagai salah satu pimpinan legislatif bisa memberi masukan-masukan yang proporsional ,” katanya.
Ia menegaskan, hubungan antara eksekutif dan legislatif semestinya dibangun melalui komunikasi yang sehat.
“Kalau ada yang perlu dikritisi, silakan. Itu bagian dari demokrasi. Tetapi sampaikan dengan data dan solusi. Jangan hanya mengedepankan kata-kata yang bisa memancing polemik,” tegasnya. (SPT)












