Wartanusantara||PANDAN – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH, pada hari Rabu, 29 April 2026 bertempat di Ruang Rapat Cendrawasih Kantor Bupati Tapteng menerima kunjungan Caritas Indonesia (Yayasan KARINA-KWI), yang merupakan lembaga kemanusiaan resmi Gereja Katolik.
“Sejak awal perlu saya sampaikan, besarnya perhatian dan kepedulian Caritas Indonesia, kami sangat terbantu, masyarakat, maupun Pemerintah semenjak masa tanggap darurat hingga sekarang pada transisi darurat ke pemulihan,” ungkap Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.
Bupati menjelaskan, bantuan yang diberikan di bidang kesehatan, air bersih, dukungan psikososial, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi.
“Untuk itu, kami atas nama Pemkab Tapteng mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Caritas Indonesia, atas kepeduliannya, bantuan kemanusiaan membantu pemulihan bencana di Tapteng dan bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat
Tapteng,” ujar Bupati Tapteng.
Selanjutnya, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk mengatakan,
Caritas Indonesia bersama dengan Caritas-PSE Keuskupan Sibolga akan terus melanjutkan respon baik, sejak bulan November dan Desember dan kita berjanji sampai Januari tahun depan akan melanjutkan program program kemanusiaan ini.
“Caritas Indonesia akan mempertanggungjawabkan apa yang diterima dari masyarakat dari umat dan dari teman-teman Caritas Indonesia dari luar negeri. Oleh karena itu, kita melakukan real tim evaluation. Memastikan pelayanan kemanusiaan ini sungguh menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan dikerjakan dalam kebenaran dan keadilan, baik itu penerima manfaat maupun Pemerintah,” kata Romo Fredy Rante Taruk.
Sementara itu, Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso mengungkapkan, saya mewakili Uskup-uskup Indonesia juga ingin berpartisipasi karena ini menyentuh kemanusiaan. Hati kami tergerak, kita itu disatukan dalam kemanusiaan karena manusia dari agama apa, suku apa, semua di sini terdampak banjir yang patut dibantu.
Sedangkan Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Romo Walter Manurung, menjelaskan, kedatangan Caritas Indonesia kesini dalam rangka meyampaikan progres pelaksanaan respon yang telah dilaksanakan oleh Tim Caritas Sibolga bersama dengan Caritas Indonesia yang terlibat aktif respon dalam penanggulangan bencana banjir dan longsor di wilayah Tapanuli Tengah.
“Caritas Indonesia bersama dengan Keuskupan Sibolga dan pihak Pemerintah, khususnya di Tapteng selama ini menjalin komunikasi dan relasi dan koordinasi yang baik. Pencapaian Program EA 23/2025 (Emergency Appeal 2023-2025) Caritas Indonesia, distribusi peralatan dapur 1.000 paket, distribusi paket pangan 1.000 paket, distribusi shelter kit 500 paket (kajian penerima manfaat), distribusi hygine kit 500 paket (kajian penerima manfaat), pembangunan sumber air bersih dari 7 titik dari 20 yang direncanakan, pembangunan toilet komunal di 3 titik dari 20 yang direncanakan, layanan kesehatan 140 orang, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) 19 unit dari 152 unit yang direncanakan retrofitting direncanakan 100 unit, promosi kesehatan di 3 desa dukungan psikososial, serta pemulihan mata pencaharian.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi, Se Tapteng, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Pimpinan OPD, dan para Camat.
#TaptengBangkit












