Wartanusantara||Sibolga – Pimpinan organisasi mahasiswa di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengimbau masyarakat, khususnya elemen pemuda, untuk jeli dalam menyaring informasi di media sosial.
Langkah ini diambil menyusul beredarnya video disinformasi di platform TikTok yang mengklaim adanya aktivitas penimbunan minyak (BBM) di kawasan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sibolga-Tapanuli Tengah, Rahmat Hidayat Panggabean, secara tegas mengonfirmasi bahwa narasi dalam video tersebut adalah berita bohong atau hoaks.
“Saya menyampaikan bahwasanya video tersebut tidak benar dan sudah lama. Di mana video itu telah berulang kali diposting oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan mahasiswa,” ujar Rahmat, Sabtu (6/6/2026).
Ia juga mengingatkan rekan-rekan sejawatnya agar tidak mudah dimanipulasi oleh konten-konten provokatif yang sengaja dimuat demi kepentingan tertentu.
“Saya berharap kepada seluruh teman-teman, baik itu pemuda ataupun mahasiswa, tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya berita hoaks tersebut,” tambahnya.
Di tempat terpisah, penegasan serupa juga disampaikan oleh Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sibolga-Tapanuli Tengah, Sekira Zendrato, meluruskan persepsi publik yang telanjur berkembang akibat konsumsi konten tanpa verifikasi tersebut.
“Dengan ini saya memberikan klarifikasi kepada kawan-kawan semuanya bahwasanya video yang beredar di media sosial adalah video yang sudah lama, video yang sudah dipost bertahun-tahun yang lalu,”Ucapnya.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, Sekira mengajak seluruh lapisan aktivis dan pemuda untuk mengedepankan logika dalam menanggapi isu-isu sensitif di ranah digital.
“Untuk itu saya mengimbau kepada teman-teman untuk tidak terprovokasi dengan beredarnya isu tersebut. Saya mengimbau kepada kawan-kawan mahasiswa, aktivis, pemuda, supaya tidak terprovokasi, dan bijak dalam memahami fakta, bijak juga dalam menilai berita hoaks,” pungkasnya.
Kolaborasi moral dari HMI dan GMKI ini menegaskan komitmen gerakan mahasiswa di Sibolga-Tapteng untuk menjaga kondusivitas daerah serta menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran informasi yang merugikan publik.












