Wartanusantara||TAPTENG – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan melalui penerapan sistem berbasis kinerja dan digitalisasi. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Tapteng dan Institut Teknologi Del pada Jumat 13 Maret 2026 di GOR Pandan.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari peningkatan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik yang lebih responsif, hingga pengembangan ekonomi digital di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Rektor Institut Teknologi Del, Arnaldo Marulitua Sinaga, menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari inisiatif Bupati Tapanuli Tengah yang mengajak pihak kampus berdiskusi mengenai penanganan kebencanaan di daerah. Dari diskusi tersebut, kedua pihak melihat banyak potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi, IT Del memiliki tanggung jawab menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kerja sama dengan pemerintah daerah merupakan bagian dari tugas utama kami. Tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, MoU ini akan ditindaklanjuti melalui berbagai program implementasi, di antaranya pemetaan wilayah pascabencana,pengembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik, serta penguatan sistem kerja ASN berbasis data.
Dengan sistem tersebut, proses monitoring kinerja aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah diharapkan menjadi lebih efektif dan terukur.
“Dengan sistem berbasis data, kepala daerah dapat melihat langsung capaian kinerja ASN sehingga pengawasan menjadi lebih optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk melakukan transformasi pemerintahan pascabencana.
Menurutnya, bencana yang terjadi di Tapanuli Tengah harus menjadi titik awal untuk melakukan lompatan perubahan menuju sistem pemerintahan yang lebih responsif dan adaptif.
“Kita harus bangkit dari bencana dan melakukan lompatan. Pemerintahan ke depan harus responsif, adaptif, dan mampu menghadapi berbagai situasi,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Tengah akan mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Ke depan, sistem kerja ASN di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah juga akan diarahkan berbasis kinerja dan data, termasuk dalam penerapan sistem tunjangan yang menyesuaikan dengan produktivitas kerja.
“Ketika berbasis kinerja, maka tunjangan juga berbasis kinerja. Artinya diberikan kepada ASN yang benar-benar produktif,” tegasnya.
Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Staf Ahli, pimpinan OPD, jajaran manajemen dan dosen dari Institut Teknologi Del, serta pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan daerah yang inovatif, tangguh, serta mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi di masa depan.
#TaptengBangkit












