PEMI Desak Polres Sibolga Usut Teror Bom Molotov di Rumah Warga Sibolga

WartaNusantara|| MEDAN – Persatuan Media Indonesia (PEMI) mendesak pihak kepolisian untuk mengusut serius aksi pelemparan bom molotov yang terjadi di rumah warga di Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga.

Rumah yang ditempati Risman Lase bersama keluarganya menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Peristiwa tersebut memicu reaksi dari Ketua Umum Persatuan Media Indonesia (PEMI) Septian Hernanto, yang meminta Polres Sibolga bertindak tegas dan tidak mengabaikan dugaan teror tersebut.

Menurut Septian, insiden tersebut patut menjadi perhatian serius karena diduga berkaitan dengan aktivitas Risman yang sebelumnya menyoroti dugaan penimbunan bantuan kemanusiaan pascabencana di kawasan eks Kampus Perikanan Panomboman.

“Peristiwa ini terjadi sehari setelah Risman menyuarakan dan memviralkan dugaan penimbunan bantuan kemanusiaan di kawasan eks Kampus Perikanan Panomboman pada Rabu (11/3/2026). Hal itu tentu menimbulkan kecurigaan publik,” ujarnya, Senin (16/3/2026).

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), ledakan keras sempat mengejutkan penghuni rumah. Istri Risman juga melihat kobaran api di bagian depan rumah yang diduga berasal dari botol berisi bahan bakar yang dilempar oleh pelaku.

Beruntung, warga sekitar segera datang membantu memadamkan api sehingga tidak sempat meluas dan menyebabkan kerusakan lebih besar.

Septian menegaskan bahwa aparat kepolisian harus menangani kasus ini secara serius agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap tindakan teror.

“Ini bukan sekadar pelemparan botol biasa. Tindakan tersebut dapat dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap warga yang bersuara kritis. Aparat penegak hukum harus menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang berada di balik aksi tersebut.

Menurutnya, transparansi dalam proses penanganan kasus ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Publik menunggu keberanian aparat untuk mengungkap kasus ini secara tuntas, termasuk jika ada pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik peristiwa tersebut,” katanya.

Saat ini masyarakat berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku pelemparan bom molotov tersebut agar rasa aman warga tetap terjaga. (Septian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *