Wartanusantara||TAPTENG – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menghadiri puncak perayaan Paskah Akbar Zona 7 berbarengan dengan peringatan HUT ke-105 Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) yang digelar di Katolik Center, Senin (25/5/2026).
Acara ini melibatkan wilayah pelayanan meliputi Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, hingga Mandailing Natal, dengan tema besar “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.
Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan pesan mendalam di hadapan jemaat, tokoh agama, dan masyarakat yang hadir.
Ia menyebutkan bahwa pasca terjadinya bencana alam yang melanda wilayah ini, seluruh elemen diminta untuk senantiasa bersabar dan saling menguatkan.
Ia juga menegaskan telah berupaya maksimal mengerahkan segala kemampuan untuk membawa perubahan besar, guna memperbaiki berbagai ketertinggalan dan kondisi yang dinilai belum berjalan baik selama ini di Tapanuli Tengah.
“Di masa pasca bencana ini, mari kita belajar bersabar. Saya sendiri sudah dan terus berusaha melakukan yang terbaik bagi Tapanuli Tengah, berjuang keras untuk mengubah segala kebobrokan dan ketertinggalan yang terjadi selama ini,” ujar Bupati Masinton di hadapan hadirin.
Ia menyoroti fakta bahwa Tapanuli Tengah masih menghadapi tantangan berat, termasuk angka kemiskinan yang masih tinggi dan menjadi perhatian serius.
Masih banyak ditemukan pelayanan di tingkat desa maupun instansi yang belum berjalan maksimal dan belum melayani masyarakat dengan standar yang seharusnya. Kondisi ini, menurutnya, menjadi dasar utama lahirnya visi pembangunan yang diusungnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bupati Masinton menegaskan komitmen penuh menjalankan program unggulan SAHATA SAOLOAN.
Program ini dicanangkan sebagai jalan utama menuju “Tapteng Naik Kelas”, menjamin keadilan bagi seluruh warga tanpa terkecuali, serta mendorong semangat “Tapteng Bangkit Cepat Pulih”, khususnya dalam memulihkan dampak bencana dan mengejar ketertinggalan pembangunan.
Terkait masalah pelayanan publik yang menjadi keluhan masyarakat, Bupati Masinton memberikan peringatan tegas namun konstruktif kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala dinas, kepala badan, hingga seluruh jajaran instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Saya tekankan kepada seluruh ASN dan instansi pemerintahan jika belum mampu atau belum bergerak memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, maka kami akan buka jalan dan cara lain agar masyarakat tetap terlayani dengan baik. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban ketidakmampuan atau kelalaian kita,” tegasnya.
Ia juga telah memberikan arahan khusus dan penekanan kepada seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah untuk patuh pada aturan, bekerja tulus, dan menjadikan pelayanan kepada warga sebagai prioritas utama.
Kepala Desa dan perangkat desa diminta menjadi ujung tombak perubahan, agar pembangunan dan pelayanan dasar benar-benar dirasakan sampai ke tingkat paling bawah.
Menutup sambutannya, Bupati Masinton meminta dukungan dan doa dari seluruh umat dan elemen masyarakat.
Ia mengaku sedang merancang langkah-langkah strategis dan terobosan baru untuk memutar roda pembangunan lebih cepat, mengentaskan kemiskinan, serta menjadikan Tapanuli Tengah lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
“Mohon kesabaran Bapak Ibu sekalian. Kami sedang merancang perubahan besar. Tapanuli Tengah ini sudah terlalu lama tertinggal, dan sekarang saatnya kita bangkit bersama, pulihkan apa yang rusak, dan bergerak naik kelas.
Bersama GPdI dan seluruh umat beragama, mari kita wujudkan kemanusiaan yang baru dan lebih baik,” pungkasnya.
Acara ini berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dihadiri juga oleh ketua panitia GPDI se Sumatera Utara, kemenag, pejabat tinggi daerah, tokoh masyarakat, serta Pdt. DR. Samuel Gozaly D selaku Ketua Majelis GPdI Wilayah Sumatera Utara–Aceh, yang dalam kesempatannya juga mengapresiasi kehadiran dan kepedulian Pemerintah Daerah terhadap umat dan pembangunan wilayah.












