Warta Nusantara | MEDAN — Absennya kontingen Kabupaten Batubara dalam parade defile pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke- 40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memantik reaksi keras dari berbagai pihak. Selain sentilan langsung dari Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution, sorotan tajam kini datang dari relawan pendukung Bobylovers Sumut.
Ketua Bobylovers Sumut, Andy Syahputra, menyatakan dukungan penuhnya terhadap sikap tegas Gubernur Bobby Nasution yang mengingatkan pentingnya partisipasi dan komitmen seluruh daerah di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kami mendukung penuh respons Pak Gubernur. Absennya Batubara dalam acara sakral keagamaan seperti MTQ tingkat provinsi ini tentu menjadi catatan serius,” ujarnya di Medan, Rabu (17/06).
Ia juga secara khusus mengingatkan Bupati Batubara, Baharuddin Siagian, agar tetap berada di koridor pemerintahan yang semestinya dan menekankan bahwa sinergi, semangat kolaborasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi adalah kunci utama pembangunan daerah.
“Kami mengingatkan Bupati Batubara untuk tetap berada di koridor yang semestinya agar dapat terus berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jangan sampai ada miskomunikasi, ego pribadi dan sektoral yang justru merugikan nama baik daerah sendiri di tingkat provinsi,” tegasnya.
Menurut Andy, ketidakhadiran dalam momen penting seperti defile pembukaan MTQ menunjukkan adanya kelemahan koordinasi di internal Pemkab Batubara, terlebih daerah lain dengan populasi muslim minoritas justru menunjukkan antusiasme tinggi.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyentil absennya kontingen Kabupaten Batubara pada parade defile pembukaan MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Deliserdang, Senin (15/06).
Bobby mengaku baru mengetahui ketidakhadiran kontingen Batubara setelah mendapat pertanyaan dari wartawan usai acara pembukaan berlangsung. “Saya belum dapat info. Batubara tidak mengirim ya, Batubara tidak mengirim,” ujarnya.
Ia kemudian membandingkan absennya Batubara dengan sejumlah daerah lain yang tetap mengirimkan peserta defile meski memiliki jumlah penduduk muslim yang lebih sedikit. “Justru Nias mengirim ya, kita tahu Nias mayoritas nonmuslim. Kemudian Toba, Tapanuli Utara walaupun beberapa kontingen tapi tetap ngirim,” ujarnya.
Sambil tersenyum, Bobby melontarkan sindiran yang langsung menjadi perhatian para wartawan. “Batubara gak tahu saya, masih Provinsi Sumatera Utara mudah-mudahan,” katanya.
Ketidakhadiran Batubara dalam parade pembukaan menjadi sorotan karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu kabupaten dengan mayoritas penduduk muslim di Sumatera Utara dan selama ini rutin mengikuti pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.
Terpisah, Ketua Panitia MTQ ke- 40 Sumut sekaligus Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut, Muhammad Yasir Tanjung, menjelaskan bahwa Kabupaten Batubara sebenarnya telah terdaftar sebagai peserta MTQ Sumut 2026. Menurut Yasir, panitia telah melakukan konfirmasi kepada seluruh kafilah terkait kehadiran pada acara pembukaan dan parade defile.
“Mereka sudah daftar. Semalam saya juga ditanya Pak Gubernur. Saya sampaikan bahwa Batubara sudah daftar,” ujarnya, Selasa (16/06).
Yasir mengatakan panitia bahkan telah memanggil nama Kabupaten Batubara saat pelaksanaan defile. Namun hingga giliran parade berlangsung, kontingen tersebut tidak terlihat memasuki arena.“Panitia sudah menyebutkan nama Kabupaten Batubara pas defile. Tapi saat dipanggil mereka tidak ada,” katanya.
Ia menegaskan panitia sebelumnya telah mewajibkan seluruh kontingen hadir dalam acara pembukaan dan telah menyampaikan pemberitahuan jauh hari kepada seluruh peserta. Yasir juga mengungkapkan bahwa Bupati Batubara Baharuddin Siagian telah berkomunikasi dengannya dan menyampaikan bahwa kontingen dari daerah tersebut sebenarnya sudah dikirim ke lokasi pelaksanaan MTQ.
“Bupati sudah konfirmasi ke saya juga bahwa mereka sudah kirim peserta,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab teknis mengapa kontingen Batubara tidak mengikuti parade defile pembukaan MTQ ke-40 Sumut meski telah terdaftar sebagai peserta dan disebut telah berada di lokasi kegiatan. Kasus ini pun diharapkan menjadi evaluasi mendalam bagi jalannya roda pemerintahan dan kolaborasi antar-daerah di Sumatera Utara.












