News, Sumut  

Wakil Rio Affandi Siregar, Asep Wahyudi SE: Kenaikan UMP Rp3,2 Juta Perkuat Daya Beli Pekerja Sumut

wartanusantara.co.id,MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengadakan pertemuan silaturahmi dengan berbagai elemen Serikat Pekerja dan Serikat Buruh se-Sumatera Utara pada Jumat (19/12/2025).

Agenda yang berlangsung di Jalan Sucipto, Medan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menyusul penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2026.

Komitmen Menjaga Kondusivitas Wilayah

Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, melalui Irwasda Poldasu Kombes Pol Nanang Masbudhi, menyampaikan bahwa kenaikan UMP sebesar 7,9% harus dijadikan momentum positif. Menurutnya, iklim ekonomi yang sehat hanya bisa terwujud jika stabilitas keamanan di Sumatera Utara terjaga dengan baik.

“Stabilitas Kamtibmas adalah kunci agar roda ekonomi tetap berputar dan kesejahteraan rakyat meningkat,” ujar Kombes Pol Nanang saat membacakan amanat Kapolda.

Detail Kenaikan Upah dan Dampak Kesejahteraan

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Sumut, Ir. Yuliani Siregar, mengonfirmasi bahwa penyesuaian 7,9% tersebut membuat UMP Sumut kini berada di kisaran Rp3,2 juta. Ia mengapresiasi kemitraan harmonis yang selama ini terjalin antara pemerintah, pengusaha, dan buruh yang membuat proses penetapan upah berjalan tanpa hambatan.

Senada dengan hal tersebut, Asep Wahyudi selaku Sekretaris PD SP KEP SPSI Sumut menilai kenaikan dari Rp2.992.559 menjadi Rp3.228.971 per bulan sebagai langkah nyata meningkatkan daya beli pekerja. Ia mengimbau agar setiap aspirasi atau ketidakpuasan terkait upah disampaikan melalui koordinasi yang baik dengan kepolisian untuk menghindari kericuhan.

Suara dari Tokoh Buruh

Sejumlah pimpinan serikat buruh memberikan tanggapan positif terhadap hasil koordinasi ini:
– Ramlan Hutabarat (Ketua KSBSI Sumut): Menekankan pentingnya win-win solution dan rasa empati, terutama mengingat sebagian wilayah Sumut sedang dilanda bencana alam.
– Anggiat Pasaribu (Ketua SPN Sumut): Menyambut baik kenaikan 7,9% dan berharap kerja sama lintas sektor ini terus menjaga Sumut tetap aman.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Dir Intelkam Poldasu Kombes Pol Decky Hendersono serta perwakilan tokoh-tokoh buruh lainnya, yang secara kolektif bersepakat untuk memprioritaskan dialog dalam setiap penyelesaian masalah industrial.

Dukungan Penuh dari PD SP KEP SPSI Sumut

Hadir mewakili Ketua PD SP KEP SPSI Sumut, Rio Affandi Siregar, S.Sos, SH, Sekretaris Asep Wahyudi, SE, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif Kapolda Sumut. Dalam pernyataannya, Asep menegaskan bahwa kenaikan UMP sebesar 7,9%—yang secara nominal meningkat dari Rp2.992.559 menjadi Rp3.228.971—adalah angin segar bagi para pekerja.

“Kenaikan ini bukan sekadar angka, melainkan upaya nyata untuk memperkuat daya beli buruh agar mampu memenuhi kebutuhan dasar secara layak. Kami di PD SP KEP SPSI Sumut memandang hal ini sebagai langkah positif untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keharmonisan hubungan industrial,” ujar Asep Wahyudi.

Ia juga menambahkan bahwa silaturahmi yang digagas kepolisian ini sangat krusial. Asep mengimbau agar jika muncul riak ketidakpuasan di lapangan, para pekerja tetap mengedepankan jalur koordinasi dengan pihak berwajib agar setiap aksi penyampaian pendapat berlangsung tertib dan damai.

Amanat Kapolda: Ekonomi Berputar dalam Kedamaian

Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudhi, yang hadir membacakan amanat Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, menekankan bahwa situasi Kamtibmas yang kondusif adalah pondasi utama kesejahteraan.

“UMP yang telah ditetapkan merupakan momentum baik. Kami berharap seluruh elemen buruh bersama-sama menjaga iklim keamanan di Sumut. Jika situasi aman, investasi akan masuk, ekonomi berputar, dan manfaatnya kembali ke masyarakat,” pesan Kapolda dalam amanat tertulisnya.

Kemitraan yang Harmonis

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut, Ir. Yuliani Siregar, juga menekankan bahwa selama ini komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh di Sumatera Utara terjalin sangat baik. Hal senada diungkapkan oleh Ramlan Hutabarat (KSBSI) dan Anggiat Pasaribu (SPN), yang sepakat bahwa win-win solution harus selalu diutamakan, terutama di tengah kondisi wilayah yang sedang menghadapi tantangan bencana alam.

Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga Sumatera Utara tetap aman, kondusif, dan sejahtera sepanjang tahun 2026. (Zsrg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *