Sekretaris PC ISNU Dairi Desak Evaluasi MBG: Jangan Sampai Berubah Jadi “Makanan Beracun Gratis”

MBG berujung rumah sakit

Sekretaris Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU Kab. Dairi) Febrianto Lubis meminta program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi agar tidak menjadi ‘makanan beracun gratis’. Dairi,Rabu (11/02/2026).

Sekjen PC ISNU Dairi ini mengapresiasi MBG sebagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang menjadi janjinya pada saat kampanye. Namun, kata dia, program ini harus dievaluasi atau dikoreksi karena telah menyebabkan terjadinya kasus keracunan yang telah menelan ribuan korban Salah satu nya kabupaten terpencil Di Sumatera Utara tepat di Kabupaten Dairi SMK HKBP Sidikalang.

“Evaluasi kan artinya dikoreksi kembali. Mungkin pertama sistemnya diubah menjadi tak semuanya sistem dapur. Bisa supply bahan atau uang, intinya bagaimana anak-anak bisa makan yang bergizi,” kata Febrianto Lubis.

Febrianto Lubis mengatakan MBG bukan program dapur umum, tetapi program makanan bergizi. Untuk itu, menurutnya, salah satu evaluasinya adalah menggantinya dengan cara menyuplai bahan atau uang di daerah tertentu.

Hanya saja barangkali mempertimbangkan wilayah dan tempat, mungkin di daerah-daerah siap dengan dapurnya bisa disupport bahannya. Umpanya daerah yang sekolahnya, SMK HKBP Ini, bisa disupport bahannya. Ada satu tempat yang barangkali diberikan uangnya. Jadi MBG tetap ada, tetapi tidak semuanya berlaku secara nasional, sehingga penyerapannya menjadi susah, Febrianto Lubis.

Sekretaris Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU ), Dairi, ini mengingatkan

kasus keracunan ini bisa menjadi evaluasi karena ada ratusan orang anak SMK HKBP itu(kasus keracunan). Berarti ada sistem yang salah, bukan hanya keteledoran semata, tapi sudah ada sistem yang salah,” ungkapnya.

Febrianto Lubis menduga pihak yang bertanggung jawab dalam MBG ini tidak capable, sehingga sistemnya tidak benar, termasuk dari sisi manajerialnya tidak baik.

Bisa saja berkenaan anggarannya. Anggarannya cukup atau tidak. Anggaran yang per sekian itu berapa rantai tangan di dalam pelaksanaan di dalam manajerial itu. Nah evaluasi, tegasnya.

Febrianto Lubis menegaskan program MBG tidak perlu dihentikan Sementara . Pasalnya, merupakan realisasi janji dari Presiden Prabowo. Salah satu tujuannya untuk menciptakan lapangan pekerjaan, sehingga lapangan kerja bisa lebih merata.

Dia menegaskan program ini bisa tetap berjalan, meski harus dievaluasi agar tidak menjadi program ‘makanan beracun gratis’ dari pemerintah.

“Ya berjalan, karena sudah jadi komitmen pemerintah. Evaluasi nyatanya sudah banyak keracunan. Ya pastilah (evaluasi agar tidak jadi makanan beracun gratis), itu kan kesalahan manajerial karena sudah Ratusan korbannya agar tidak terulang kembali,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *