Anggaran PDAM Mual Nauli Bersumber APBN, Bukan Proyek Siluman

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

Wartanusantara||TAPTENG – Isu yang sempat mengemuka dan menjadi perbincangan publik terkait proyek pemasangan pipa air bersih PDAM Mual Nauli di kawasan Huntap Pinangsori, yang sempat disorot dengan tuduhan disebut-sebut sebagai “proyek siluman”, kini sudah terang benderang.

Proyek tersebut dipastikan sah, resmi, dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), bukan anggaran daerah maupun dana tidak jelas.

Bernat Sondang Lumbangaol, sosok yang namanya sempat terseret dalam isu tersebut, akhirnya buka suara dan memberikan penjelasan lengkap serta gamblang kepada awak media di lokasi pekerjaan, sekaligus meluruskan segala kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.

Ia menegaskan, sama sekali tidak ada penyimpangan, maupun permainan dana seperti tuduhan yang beredar sebelumnya.

“Saya ingin meluruskan semuanya agar masyarakat Tapanuli Tengah tidak salah paham lagi, dan agar Bapak Bupati pun tenang mengetahui kebenarannya. Proyek pemasangan pipa air bersih ini dibiayai murni dari APBN tahun anggaran 2026, dikerjakan dengan sistem swakelola sesuai aturan undang-undang yang berlaku, jadi sangat sah dan tercatat resmi,” ujar Bernat di lokasi pekerjaan Huntap Pinangsori, Selasa (12/5/2026).

Bernat menjelaskan peran dirinya yang sempat disalahartikan publik. Ia menegaskan, dirinya sama sekali bukan pengelola proyek maupun pemegang anggaran, melainkan hanya turut membantu memfasilitasi urusan keuangan para pekerja lapangan agar kegiatan tetap berjalan lancar.

“Posisi saya hanya membantu urusan keuangan para pekerja PDAM di lapangan saja. Ada pendapatan yang diterima pekerja di luar gaji pokok rutin dari kantor, itu adalah hak mereka atas hasil kerja nyata di lapangan.

Masalahnya, sudah lima bulan lamanya para pekerja ini belum menerima pencairan gaji rutin dari kantor pusat PDAM. Karena pekerjaan harus tetap berjalan dan tidak boleh berhenti, saya berinisiatif membantu mencarikan solusi agar mereka tetap bisa bekerja dan kebutuhan terpenuhi sementara, menunggu gaji resmi keluar,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem kerja swakelola yang diterapkan di proyek ini sudah diatur jelas dalam undang-undang, di mana pelaksanaan dikelola langsung oleh kelompok kerja atau panitia yang ditetapkan, dengan pengawasan ketat dari dinas teknis. Segala pengeluaran, pembelian bahan, hingga pembayaran upah pekerja tercatat rapi dan siap dipertanggungjawabkan.

“Saya sudah melaporkan diri dan menghadap pimpinan PDAM serta pihak berwenang untuk menjelaskan semua ini, supaya berita yang beredar tidak simpang siur lagi. Tidak ada dana yang dimainkan, semuanya terpakai untuk keperluan pemasangan jaringan air bersih demi kepentingan masyarakat Huntap Pinangsori dan sekitarnya. Tuduhan ‘proyek siluman’ itu tidak berdasar sama sekali,” tegas Bernat.

Bernat berharap penjelasan ini menjadi titik terang, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan di Tapanuli Tengah berjalan sesuai koridor aturan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawasi, namun tetap berpegang pada fakta dan data yang benar.

Terkait pencurian pipa besi PDAM di desa sipan itu malam hari pipanya dipotong dan diangkut memakai mobil pickupickup informasi ini kita dapatkan dari masyarakat sipan kejadiannya ini sudah yang ketiga kalinya dan Proses nya sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum yang mendalami kejadian pencurian pipa ini, dan jika memang belum ada respon dari pihak penegak hukum maka saya yang akan ambil ahli dan melaporkan balik kejadian pencurian pipa PDAM ini,”Ucap Bernat.

“Semoga dengan penjelasan ini, hati Bapak Bupati senang dan lega mengetahui pembangunan di daerah kita berjalan benar, aman, dan transparan. Kami semua mendukung penuh visi Tapanuli Tengah Naik Kelas, Adil Untuk Semua.

Kami ingin air bersih segera mengalir ke rumah-rumah warga, manfaatnya segera dirasakan, dan pembangunan ini menjadi bukti nyata kerja keras kita semua untuk kemajuan daerah tercinta ini,” tutup Bernat Sondang Lumbangaol dengan penuh semangat.

Hingga berita ini diturunkan, pekerjaan pemasangan pipa air bersih di kawasan Huntap Pinangsori terus berjalan lancar, bahan material terpasang sesuai rencana, dan seluruh dokumen pertanggungjawaban tersusun lengkap sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *