Warta Nusantara | Medan – Sejumlah Aktivis Mahasiswa dan Pelajar dari organisasi Al Washliyah menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sumatera Utara dan Polrestabes Medan, Senin (09/02/2026).
Dalam aksinya, massa menyuarakan kekecewaan dan menilai penegakan hukum di Kota Medan masih menyisakan banyak persoalan serius.
Dalam orasinya, massa aksi membawa sejumlah tuntutan yang menyoroti dugaan lemahnya tindakan kepolisian terhadap berbagai kasus besar yang selama ini menjadi sorotan publik.
Mereka menilai Kapolrestabes Medan mendapat “raport merah” karena sejumlah kasus dinilai tidak ditangani secara tegas, bahkan terkesan hanya dijadikan pencitraan.
Soroti DPO Narkotika dan Bandar Judi Online
Dalam tuntutannya, massa aksi menyampaikan bahwa DPO bandar narkotika disebut masih bebas berkeliaran, serta meminta kepolisian agar tidak hanya melakukan penggerebekan yang dinilai sekadar formalitas.
Selain itu, massa juga menyoroti dugaan keberadaan bandar judi online bernama “Iskandar” yang disebut masih bebas beroperasi tanpa adanya transparansi penindakan.

Dugaan Kerugian Negara Rp 1,2 Miliar
Aksi juga menyinggung dugaan kasus eks oknum Camat Medan Maimun yang disebut bermain judi dan menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,2 miliar menggunakan APBD, namun dinilai belum ada langkah tegas penangkapan.
Massa aksi menilai kondisi ini memperkuat dugaan adanya pembiaran, serta mempertanyakan keberanian aparat dalam menindak pelaku.
Tuding Ada Kriminalisasi Aktivis
Tak hanya itu, massa juga menyampaikan tudingan adanya dugaan kriminalisasi aktivis oleh jajaran Satreskrim dan Satintelkam Polrestabes Medan.
Mereka meminta agar kepolisian tidak menggunakan kewenangan sebagai alat tekanan terhadap masyarakat, khususnya aktivis yang menyuarakan kritik.
Soroti Dugaan Pungli dan Dumas Mandek
Dalam aksi tersebut, massa turut menyoroti dugaan pungli di lingkungan Polrestabes Medan, serta banyaknya pengaduan masyarakat (dumas) yang mandek dan tidak mendapat kepastian hukum.
Desak Evaluasi dan Transparansi
Massa aksi mendesak Polda Sumut untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polrestabes Medan.
Mereka juga menuntut transparansi dan tindakan nyata terhadap bandar narkotika, judi online, serta pihak-pihak yang merugikan negara.
“Kalau hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka ini penghinaan terhadap keadilan. Kami minta Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan menunjukkan ketegasan, bukan sekadar pencitraan,” teriak salah satu orator dalam aksi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, massa masih menunggu respons resmi dari pihak Polda Sumut maupun Polrestabes Medan. (WN/Fredy Karno Hutabarat)












