Warta Nusantara |Stabat — Nama M. A. Bahrum, Ketua KNPI Kecamatan Stabat, semakin menguat sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin KNPI Kabupaten Langkat. Sosoknya dikenal bukan hanya sebagai pemimpin organisasi kepemudaan, tetapi juga sebagai pribadi yang mengayomi, rendah hati, dan dekat dengan pemuda serta mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Dalam kesehariannya, M. A. Bahrum kerap hadir di ruang-ruang diskusi pemuda, menyapa dengan kesederhanaan, membuka dialog, dan mendengarkan kegelisahan generasi muda. Ia tidak membangun jarak antara pemimpin dan anggota, melainkan menempatkan dirinya sebagai abang, sahabat diskusi, sekaligus panutan dalam pergerakan sosial.
Pendekatan yang humanis ini membuat banyak pemuda dan mahasiswa merasa dihargai, didengar, dan dilibatkan dalam memikirkan masa depan Kabupaten Langkat. Ia mendorong pemuda untuk tidak hanya kritis, tetapi juga berani terlibat langsung dalam aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dukungan terhadap langkah M. A. Bahrum datang dari segala arah penjuru pemuda dan mahasiswa yang ada di Langkat,Muhammad Ihsan, mahasiswa pascasarjana jurusan Ilmu Komunikasi semester V. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung dan berjuang bersama M. A. Bahrum dalam menguatkan peran KNPI sebagai rumah besar pemuda Langkat.
“Bagi kami, Bang Bahrum bukan hanya ketua organisasi. Beliau adalah sosok abang yang selalu mengayomi, membuka ruang diskusi, dan menanamkan rasa cinta yang tulus kepada pemuda dan mahasiswa,” ujar Muhammad Ihsan.
Menurut Ihsan, nilai loyalitas dan kepedulian sosial yang ditunjukkan M. A. Bahrum tumbuh dari keikhlasan, bukan sekadar kepentingan struktural organisasi. Hal tersebut tercermin dari keterlibatannya yang konsisten dalam membantu masyarakat, mendampingi pemuda, serta menghadirkan gerakan sosial yang nyata dan menyentuh langsung kebutuhan publik.
“Beliau selalu mengajarkan kami bahwa pemuda harus hadir untuk masyarakat. Bukan hanya bicara, tetapi bekerja dan membuktikan. Itu yang membuat kami percaya dan memilih berdiri di barisan perjuangan beliau,” lanjutnya.
M. A. Bahrum dikenal menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap gerakan. Melalui aksi sosial, advokasi, dan pendekatan persuasif, ia berupaya menghadirkan realita perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Jiwa mengayomi yang melekat dalam dirinya menjadikan pemuda dan mahasiswa sebagai subjek penting, bukan sekadar objek dalam pergerakan.
“Kami merasa dilindungi, dibimbing, dan diberi ruang untuk tumbuh. Sosok seperti inilah yang dibutuhkan KNPI Kabupaten Langkat ke depan,” tambah Ihsan.
Dengan rekam jejak kepemimpinan yang inklusif, keberpihakan yang jelas kepada masyarakat, serta kedekatan emosional dengan pemuda dan mahasiswa, M. A. Bahrum diharapkan mampu membawa KNPI Kabupaten Langkat menjadi organisasi yang lebih solid, progresif, dan berdampak nyata bagi pembangunan sosial di daerah.
Berjuang, Menang, Buktikan. (Septian Hernanto)












