Pemerintah tak Berdaya!! Ada warga Menumpang di Bekas Pos tak pernah dapat Bansos!!

Warta Nusantara | Medan – Ditengah gencarnya pelaksanaan program sosial (bansos) oleh pemerintah pusat, masih terdapat kelompok masyarakat miskin yang belum terjangkau untuk mendapat bantuan.

Seperti yang terjadi di salah satu Kelurahan di Kota Medan tepatnya di Kelurahan Tegal Sari Mandala (TSM) III, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, masih banyak bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.

Seperti yang dialami Dian Sudirgo (52) warga lingkungan 13, Kelurahan (TSM) III Mengaku hanya mendapat bantuan dari Kelurahan hanya sekali itu pun bantuan penyelamatan.

Ia mengaku pernah didata oleh pihak kelurahan untuk mendapatkan Bansos itu pun beberapa tahun yang lalu, mirisnya sampai saat ini bantuan yang diharapkan tidak pernah datang, dan hanya janji belaka.

Dengan istri dan ke empat orang anaknya tinggal disebuah rumah bekas pos berukuran 2X4 Meter, tanpa ada kamar privasi dan tanpa kamar mandi juga dapur.

Tempat tinggal yang ditempatinya bahkan lebih kecil dari ruang tamu kebanyakan rumah pada umumnya, diruang tersebut dirinya beserta keluarga beraktifitas dan juga beristirahat.

Dalam kondisi serba terbatas, Dian menuturkan kekuarganya hanya sekali mendapat bantuan peralihan itu pun setelah dirinya marah di kantor lurah, sedangkan untuk bansos ia mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah, baik di tingkat Kelurahan, pemko, provinsi, maupun pusat.

“Pernah sekali dapat bantuan peralihan. Setelah saya ributin di kantor lurah, namun setelah itu sampai saat ini belum pernah sekalipun kami menerima bantuan apapun, baik dari kelurahan, pemko, provinsi, bahkan pusat, kalau didata ada beberapa kali namun tidak satu pun bantuan yang kami terima” ujarnya, “Justru yang hidupnya berkecukupan yang dapat bantuan,” tambahnya dengan nada datar. Jumat (16/01/2026)

Hal senada disampaikan Budi Tanjung yang juga warga Lingkungan 13 yang mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah apa lagi didata.

“Mana pernah saya salah bang, padalah bisa dilibatkan kondisi kami bang, malah banyak warga yang hidupnya senang malam mendapat bantuan” cetusnya singkat.

Terpisah Kepling Lingkungan I Sri Maya saat dikonfirmasi terkait ada warga dilingkungannya yang selama ini berulang mengajukan dirinya untuk didata agar bisa mendapat bantuan dari pemerintah sangat proaktif dan sigap memberikan sosialisasi kepada warganya.

“Terima kasih Pak atas infonya, silahkan kasih no kontak saya kepada warga agar saya bisa membantunya”jelasnya singkat.

Salah seorang tokoh masyarakat Maman saat ditemui membenarkan informasi yang didapat wartawan, dan menjelaskan masih banyak warga lain dikelurahan TSM III yang tidak medapat bantuan.

“Informasi itu benar dan tidak direkayasa, kalau boleh jujur banyak lagi warga yang layak menerima namun tidak menerima, kalau ada yang bilang Hoax, silahkan cek sendiri kebenarannya” terangnya. Sabtu, (17/01/2026)

Sementara soal pendataan dan penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran, maman menilai persoalan tersebut dapat diminimalkan jika kepling dan orang PKH bekerja maksimal berdasarkan kondisi faktual di lapangan tanpa sikap pilih kasih dan terus melakukan pemutahiran data.

Masalah ini sebenarnya cukup sederhana diselesaikan jika Seluruh Kepling di Kelurahan Tegal Sari Mandala III dan Orang PKH berkerja maksimal dan terus melakukan pemutahiran data warga dan jangan pilih kasih tegas Maman.

“Kalau ada data seperti kartu keluarga yang tidak update sudah tugas merekalah melakukan sosialisasi ke warga agar warga bisa mengerti dan terbantu contohnya coba dibantu Cek dan perbarui data warga di Dukcapil apa sudah online dan sesuai tidak, jika belum dibantu” sambungnya Maman.

Maman juga mempertanyakan kinerja pihak Kecamatan Medan Denai selaku pimpinan tertinggi, ia menduga akibat kurangnya pengawasan di tingkat kelurahan dan Kepling diwilayah kerjanya, banyak kelurga penerima manfaat (KPM) yang seharunya layak menerima, hanya jadi penonton.

“Pentingnya Camat untuk terus mengawasi kinerja bawahannya terkhusus di tingkat Kelurahan, karena setahu saya Lurah yang dipilihkan dari pengajuannya ke Walikota Medan dan untuk mengirimkan Kepling itu kan SK nya dikeluarkan Camat, jadi disini ada hak Camat untuk menegur atau membina dan memecat Kepling yang tidak proaktif melayani masyarakat, jangan terkesan pembiaran” tegasnya kembali.

Mendengar masih ada Kepling yang proaktif membantu warga Maman mengapresiasi atas kinerja Kepling Lingkungan I dan 11 yang langsung merespons aduan warga yang belum didata untuk menerima bansos.

Terkait masih ada warga lingkungan 13 yang belum juga didata, Sampai berita ini dimuat Kepling Lingkungan 13 belum menjawab pertanyaan wartawan. (SPT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *